DPP IMMIM ISTIQAMAH : Mengabdi Tanpa Batas, Menyulam Peradaban dari Masjid ke Langit Kesadaran

452
Dengarkan Versi Suara

Makassar, 24 Juli 2025 — Dalam semarak malam Tahun Baru Islam 1447 H, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Masjid Muballigh Indonesia Muttahidah (DPP IMMIM) menyalakan obor pengabdian yang tak mengenal batas. Di Gedung Islamic Centre IMMIM, gema takbir dan harapan berpadu dalam peluncuran Program Unggulan Layanan Dakwah IMMIM.

Sebuah inisiatif monumental yang menandai babak baru dalam perjalanan dakwah dan pemberdayaan umat.

*Masjid: Titik Awal Peradaban, Bukan Sekadar Tempat Ibadah*

IMMIM, sejak dirintis oleh KH. Fadeli Luran pada tahun 1964 bersama Walikota Makassar kala itu Dg. Patompo dan sejumlah ulama, telah menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat.

Dalam pandangan IMMIM, masjid bukan hanya tempat sujud, tetapi rahim peradaban , tempat lahirnya pemimpin bermoral, generasi muda berakhlak, dan masyarakat yang berdaya.
“وَأَنَّ ٱلْمَسَـٰجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا۟ مَعَ ٱللَّهِ أَحَدًۭا
“Sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah kamu menyembah seorang pun di dalamnya selain Allah.”
(QS. Al-Jinn: 18)

*Kemitraan Masjid: Menyatukan Langkah, Menyemai Harapan*

Program Kemitraan Masjid yang digagas IMMIM adalah jawaban atas tantangan zaman.

Sebagai langkah awal di 2025 ini, dengan melibatkan 8 masjid pembina dan 11 masjid mitra untuk sementara, IMMIM membangun sinergi dakwah, sosial, dan pendidikan. Workshop yang digelar pada 12–13 Juli 2025 menjadi titik tolak peningkatan kapasitas pengelolaan masjid, manajemen keuangan, dan strategi dakwah digital.
قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ
“Katakanlah: Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.” (HR. Muslim)

IMMIM tak hanya membina, tapi juga mendampingi. Dari Juli hingga Oktober 2025, proses monitoring dilakukan untuk memastikan masjid mitra tumbuh menjadi pusat pelayanan umat yang inklusif dan mencerahkan.

*Peluncuran Program Unggulan Dakwah IMMIM: Menjawab Panggilan Zaman*

Dalam peringatan Tahun Baru Islam 1447 H, IMMIM meluncurkan lima program unggulan:
– Kemitraan Masjid
– LADIM (Lembaga Dakwah IMMIM)
– Instrumen Masjid
– Jendela IMMIM
– IMMIM Masjid Ramah Disabilitas Tuna Rungu
– ⁠MoU dengan beberapa unsur terkait dalam kegiatan dakwah dan berbagai kegiatan keummatan.

Program ini disambut hangat oleh Wakil Wali Kota Makassar, yang menegaskan pentingnya masjid sebagai ruang inklusif dan pusat pembinaan umat. IMMIM juga menggandeng Pemkot Makassar untuk kolaborasi dalam pendataan masjid, pembinaan muballigh, dan pemberdayaan sosial berbasis masjid.

*IMMIM Award dan Sister Masjid: Menyulam Jejak Kebermanfaatan*

IMMIM juga menggelar IMMIM Award sebagai bentuk apresiasi kepada masjid-masjid yang aktif dan berdampak.

Program Sister Masjid menghubungkan masjid pembina dengan masjid mitra untuk berbagi ilmu, sistem manajemen, dan aktivitas dakwah yang berkelanjutan.
إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَـٰمُوا۟ تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَبْشِرُوا۟ بِٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِى كُنتُمْ تُوعَدُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka: Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih; dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”
(QS. Fushilat: 30)

*Perempuan dalam Dakwah: Cahaya yang Menyinari Umat*

Ketua Yayasan Dana Islamic Centre IMMIM (YASDIC), Dr. Hj. Nur Fadjry Fadeli Luran, SP, M.Pd, selain menegaskan tentang pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam memediasi para ulama dan Muballigh serta penyebaran dakwah , beliau juga menegaskan bahwa perempuan adalah pilar dakwah dan pendidikan.

Dalam peringatan International Women’s Day 2025, beliau menyuarakan bahwa perempuan berdaya, bangsa maju.

Selain itu juga beliau menambahkan pentingnya kolaborasi dan sinergitas dalam menjalankan tugas dakwah dan penyiaran Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin ditengah berbagai tantangan zaman yang semakin menantang.

*IMMIM Kini dan Nanti: Menjaga Warisan, Menyongsong Masa Depan*

Di bawah kepemimpinan Dr. KH. Ishaq Samad, MA, IMMIM dan Ketua YASDIC IMMIM Dr. Hj. Nur Fadjry Fadeli Luran, S.P, M.Pd, terus berinovasi. Aplikasi IMMIM .ID diluncurkan sebagai platform digital pelayanan umat , dari pencarian ustaz, jadwal kajian, hingga informasi masjid.
فَاسْتَقِمْ كَمَآ أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْاۗ إِنَّهُۥ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
“Maka istiqamahlah kamu sebagaimana diperintahkan kepadamu dan orang yang bertaubat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” )QS. Hud: 112)

*IMMIM ISTIQMAH :Mengabdi Tanpa Batas*

IMMIM bukan sekadar organisasi. Ia adalah ruh pengabdian, simfoni cinta, dan mercusuar peradaban. Dari masjid ke langit kesadaran, IMMIM terus melangkah , mengabdi tanpa batas, menyentuh jiwa, menggugah rasio, dan membangkitkan spiritualitas.

Pada kegiatan Peringatan Tahun Baru HIJRIYAH 1447 H ini , berkali-kali DPP IMMIM menegaskan dan menekankan segenap Muballigh IMMIM harus berkomitmen kuat dalam menyebarkan Islam dengan penuh kearifan dan hikmah, Independensi, dan Inklusivitas

Di penghujung narasi ini, kita menyingkap inti dari seluruh gerakan IMMIM: pengabdian yang tak berbatas, prinsip yang tak tergoyahkan, dan semangat inklusif yang tak pernah padam. IMMIM bukan sekadar organisasi, melainkan ruh perjuangan umat yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Sejak didirikan pada 1 Januari 1964 oleh KH. Fadeli Luran bersama para tokoh umat dan pemerintah, IMMIM telah menegaskan satu komitmen agung yang terus dijaga hingga kini:

*IMMIM tidak berafiliasi dengan partai politik manapun*

IMMIM tidak membatasi ormas keislaman apapun dalam ruang geraknya.

IMMIM hadir sebagai wadah pemersatu umat, bukan sebagai alat kepentingan politik praktis. Ia menjunjung tinggi netralitas dakwah, menjaga kemurnian niat, dan menolak segala bentuk polarisasi yang dapat memecah belah umat.
وَأَنَّ هَـٰذَا صِرَٰطِى مُسْتَقِيمًۭا فَٱتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِۦ
“Dan inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia. Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan memecah belah kamu dari jalan-Nya.” (QS. Al-An’am: 153)

Motto IMMIM: Pilar Inklusivitas dan Persatuan

IMMIM mengusung motto agung yang menjadi kompas gerakannya:

“Bersatu dalam Aqidah, Toleransi dalam Khilafiyah Furuiyah.”

Motto ini bukan sekadar semboyan, melainkan manifesto spiritual dan sosial yang menjadi fondasi seluruh aktivitas IMMIM. Penjajabaran dati motto tersebut ,maknanya:

– Bersatu dalam Aqidah: IMMIM menegaskan bahwa seluruh umat Islam memiliki satu fondasi keimanan – tauhid, kenabian, kitab suci, hari akhir, dan takdir. Di atas fondasi ini, umat Islam bersaudara dan saling menguatkan.

– Toleransi dalam Khilafiyah Furuiyah: IMMIM memahami bahwa dalam hal-hal cabang (furu’) dan perbedaan pendapat fiqhiyah, umat Islam memiliki keragaman. IMMIM tidak memaksakan satu mazhab, tidak menghakimi perbedaan, dan tidak memonopoli kebenaran.

Sebaliknya, IMMIM merangkul semua komponen umat malai dari NU, Muhammadiyah, PERTI, PSII, HMI, PII, GP Ansar, Wahdah Islamiyah, dan lainnya.
قال الإمام الشافعي رحمه الله: رأيي صواب يحتمل الخطأ، ورأي غيري خطأ يحتمل الصواب
“Pendapatku benar namun bisa salah, dan pendapat orang lain salah namun bisa jadi benar.”

IMMIM menjadikan prinsip ini sebagai napas gerakannya. Ia tidak hanya mengajarkan, tapi menghidupkan. Ia tidak hanya berbicara, tapi menjadi teladan.

*DPP IMMIM ISTIQMAH: Menjaga Kesucian Tujuan, Menyemai Harapan Umat*

DPP IMMIM ISTIQMAH bukan sekadar bertahan, ia adalah gerak yang konsisten menuju kebaikan.

Ia adalah kesetiaan terhadap nilai, bukan terhadap rutinitas. Ia adalah keberanian untuk tetap lurus, meski dunia membelokkan arah.

IMMIM hadir sebagai mercusuar zaman , mengarahkan umat di tengah badai ideologi, menguatkan akidah di tengah gelombang relativisme, dan menyemai harapan di tengah keputusasaan.
إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَـٰمُوا۟ تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَبْشِرُوا۟ بِٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِى كُنتُمْ تُوعَدُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka: Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih; dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. (QS. Fushilat: 30)

*Akhir yang Bukan Akhir*

DPP IMMIM ISTIQMAH: Mengabdi Tanpa Batas , adalah kisah yang tak pernah selesai. Ia akan terus ditulis oleh generasi yang datang, oleh masjid-masjid yang tumbuh, oleh dakwah yang menyala, dan oleh cinta yang tak pernah padam.

IMMIM adalah tanda bahwa pengabdian sejati tidak mengenal pensiun. Ia adalah jejak yang ditinggalkan di hati umat, bukan hanya di arsip sejarah.

# Wallahu A’lam Bis-Sawab🙏 *MK*

*SEMOGA BERMANFAAT*
*Al-Fakir Munawir Kamaluddin*