Memahami Hakikat Puasa

20
Dengarkan Versi Suara

Oleh Ust DR H Munawir Kamaluddin

Ketua Yayasan Persada Nusantara

 

BULAN PUASA , hakikatnya bukan sekedar bulan yang hanya berfungsi menahan lapar dan dahaga semata, melainkan puasa memiliki fungsi yang jauh lebih substantif dan strategis yakni untuk memberangus segala sifat-sifat kebinatangan dan watak syaitaniyah yg menggerogoti jiwa dan karakter anak manusia.

Diantara sifat2 kebinatangan dan watak syaitaniyah yg dimaksud adalah egoisme , arogansi, dendam, iri hati, merasa diri paling hebat, individualisme, senang menyakiti perasaan sesama, bahagia diatas penderitaan orang lain, serakah ,nafsu ingin mengisi perut sepus-puasnya , nafsu ingin menguasai hak orang lain, nafsu ingin memiliki segala-galanya , merampas kebebasan orang-orang disekitarnya, berbohong dan menebar dusta untuk meraup keuntungan pribadi, memanipulasi segala sesuatu untuk kepentingan dirinya dan lainnya.

Karena itu, Bulan Ramadhan datang melalui puasa berorientasi agar karakter buruk yang banyak mendominasi prilaku manusia dapat dijauhkan dan dihindarkan.

Tentu upaya untuk menjauhkan manusia Muslim dari watak buruk tersebut bukan diserahkan kepada bulan Ramadhan itu sendiri, melainkan dititik beratkan kepada upaya maksimal dari setiap individu Muslim untuk menjadikan Puasa sebagai media dan sarana yg efektif untuk menahan dan membendung gejolak nafsu yang senantiasa mengarahkan kepada prilaku yang menyimpang dari jalan kesadaran dan kebenaran.

Kesadaran akan pentingnya kehadiran Bulan Puasa sebagai tameng sekaligus perisai dalam menghindarkan diri dari kebiasaan buruk hendaknya ditindak lanjuti dengan cara memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya dengan mengisi serangkaian riyadah ( latihan) mental berdasarkan pedoman AL-qur’an dan sunnah Nabi serta Atsrussahabah ( keteladanan para sahabat2 Nabi SAW).(*)