“Ramlan, Mari Kita Jaga Sultra, Agar Tetap Kondusif”

30
Dengarkan Versi Suara

KENDARI: Para sopir truck yang ada di Sulawesi Tenggara, kini bergabung dalam satu wadah, yang dikenal dengan Persatuan Sopir Truck Sulawesi Tenggara (Persot Sultra) yang diketuai oleh Ramlan Djen Usman, dengan jumlah anggota mencapai ratusan sopir.

Dengan kondisi Sultra yang saat ini menjadi primadona para pengusaha baik itu ritel, perdagangan dan pertambangan tentu membutuhkan armada tranportasi, dan tentu sangat diharapkan daerah ini tetap kondusif seperti saat ini.

Ketika wartawan media ini (28/11) menemui Ramlan Djen Usman, Ketua Persot Sultra,beliau mengatakan, “Sulawesi Tenggara harus tetap aman dan kondusif, seperti saat ini, jika kondisi tetap aman tentu ekonomi di daerah ini senantiasa meningkat, dengan sendirinya sopir juga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, dan komponen masyarakat harus ikut terlibat dalam menjaga Kamtibmas daerah ini, selain aparat keamanan itu sendiri, ” Ujarnya.

Transportasi memegang peranan penting dalam pertumbuhan perekonomian khususnya perkotaan. Hal tersebut dikarenakan transportasi berhubungan dengan kegiatan-kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi. Pemerintah perlu mengedepankan pentingnya transportasi untuk memperlancar kegiatan perekonomian tidak terkecuali di wilayah Sulawesi Tenggara.

Sistem transportasi yang ada dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan mobilitas penduduk dan sumber daya lainnya yang dapat mendukung terjadinya pertumbuhan ekonomi dan sosial daerah perdesaan, perkotaan maupun wilayah pertambangan, apalagi Sulawesi Tenggara di kenal dengan sumber pendapatan daerah yang terbesar berasal dari hasil tambang.

Nilai ekspor Sulawesi Tenggara untuk periode Januari hingga Juni 2022, mencapai 2.639 juta dolar lebih, dan ini mengalami peningkatan sebesar 83 persen dari tahun sebelumnya, seperti yang diutarakan kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPP BC) Kendari, Purwatmo Hadi Waluya, yang dirilis kantor berita Antara (26/7).

Pembangunan transportasi tidak bisa berdiri sendiri dan tidak terlepas dengan pembangunan sektor yang lain seperti sektor ekonomi, kependudukan, sosial dan sebagainya, tetapi yang terpenting adanya dukungan dari aparat keamanan Polda Sultra, yang menjadikan kondisi Kamtibmas tetap kondusif. (***)