Pemkot Makassar Jajaki Maggot untuk Reduksi Sampah Organik

TPA Tamangapa

88
Dengarkan Versi Suara
Pemulung berjalan di atas tumpukan sampah di TPA Tamangapa Antang, Makassar. (Foto/Int/Kink)

 

RAIJurnal.com, MAKASSAR – Sebanyak 53 persen komposisi sampah yang dihasilkan Kota Makassar dalam sehari merupakan sampah organik.

Untuk mereduksi sampah tersebut, Pemerintah Kota Makassar berencana melakukan pengelolaan pemanfaatan maggot.

Maggot merupakan larva serangga Black Soldier Flies atau BSF yang dapat mengubah material organik menjadi biomassanya. Lalat ini berbeda dari jenis lalat biasa karena larva yang dihasilkan bukan larva yang menjadi medium penyakit.

Dari sejak berbentuk telur lalat, maggot membutuhkan sampah organik untuk tumbuh selama 25 hari hingga siap dipanen.

Kemampuan Maggot dalam Mengurai Sampah

Maggot memiliki kemampuan mengurai sampah organik 1-3 kali dari bobot tubuhnya selama 24 jam, bahkan bisa sampai 5 kali bobot tubuhnya.

“Jadi sampah organik itu terkhusus dipengolahan sampah-sampah makanan, akan menggunakan teknologi maggot atau black soldier fly,” ucap Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto.

Maggot ini dapat mendegradasi sampah lebih cepat, tidak berbau dan menghasilkan kompos organik, serta larvanya dapat menjadi sumber protein yang baik untuk pakan unggas dan ikan.

Proses ini dinilai cukup aman bagi kesehatan manusia karena lalat ini bukan termasuk binatang vektor penyakit.

Ketika maggot sudah menjadi prepupa atau bangkai lalat, masih bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak karena kaya protein. Kepompongnya juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk, sehingga dalam prosesnya tidak menghasilkan sampah baru.

“Artinya ini kan sebuah hal yang baru dan green (hijau), jadi pro lingkungan. Saya perintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu untuk merespons ini,” kata dia.

Penulis: Arumi