RAI Imbau Masyarakat Jaga Toleransi Antar Umat Beragama dan Kamtibmas di Bulan Ramadhan

150
Dengarkan Versi Suara
Ketua Yayasan Relawan Akhirat Indonesia (RAI), H. Haliq, SE.MM (kaos hitam) menyerahkan bingkisan kepada pengasuh pondok tahfidz dan yatim. (Foto/Ist)

 

RAIJurnal.com, KENDARI – Menjelang Bulan Suci Ramadhan, Relawan Akhirat Indonesia (RAI), memperkuat tali silaturahmi dengan para pengasuh pondok tahfidz dan yatim yang ada di Sulawesi Tenggara.

Kegiatan tersebut dikemas dalam acara “Silaturahim Menjelang Ramadhan 1443 H”.

Kegiataan ini dilaksanakan di E-Kopi, Jalan Nasution dan diikuti sejumlah pengasuh pondok yang ada di Kota Kendari.

Yayasan Sosial Berbadan Hukum

RAI merupakan yayasan sosial berbadan hukum terdaftar pada Kemenkum, Kesbangpol dan Baznas (sebagai amil pengumpul zakat dan sedekah) dan punya beberapa program sosial di antaranya ASB (Aksi Sedekah Beras), Aksi Bangun Masjid, Aksi Peduli dan Rescue.

Silaturahim RAI dengan pengasuh pondok tahfidz dan yatim. (Foto/Ist)

 

Dalam silaturahmi ini digagas sinergi antara RAI dengan pondok tahfidz dan yatim, agar pondok tahfidz dan yatim menjadi pondok yang dapat mandiri.

Beberapa usul dan saran dari para pengasuh pondok untuk RAI menjadi perhatian, selain itu juga beberapa program bersama yang akan dilakukan pada Bulan Suci Ramadhan nantinya, termasuk pendistribusian protein dan penganan buka puasa ke pondok menjadi salah satu program prioritas.

Dalam silaturahim tersebut, Ketua Yayasan Relawan Akhirat Indonesia, H. Abdul Haliq SE, MM mengimbau kepada para pengasuh pondok agar senantiasa mengikuti anjuran pemerintah pada Bulan Suci Ramadhan, di antaranya tetap menjaga toleransi antar umat beragama, khususnya bagaimana menggunakan pengeras suara masjid sesuai dengan peruntukannya.

“Tetap melaksanakan protokol kesehatan pada saat pelaksanaan Shalat Tarawih dan menjaga kamtibmas,” ujar H Haliq.

Sementara Ustadz Syarifuddin l, selaku pengasuh Pondok Tahfidz Barakati, mengharapkan kepada seluruh umat Islam senantiasa dapat memanfaatkan bulan suci dengan baik guna mendulang pahala dan juga mengikuti anjuran pemerintah tentang penggunaan toa masjid.

“Guna menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama, agar bangsa Indonesia tetap aman, damai dan kondusif dalam bingkai keberagaman mari kita ikuti anjuran pemerintah,” kata dia.

Dalam kegiataan itu juga dilakukan penyerahan bingkisan kepada para pengasuh pondok tahfidz dan yatim.(*)