HIPTI dan HIMAS Teken MoU Tingkatkan Produksi Petani dan Nelayan di Sultra

48
Dengarkan Versi Suara
(Foto/Ist)

 

RAIJurnal.com, KENDARI – Pengurus Besar (PB) Himpunan Pengusaha Tolaki Indonesia (HIPTI) melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama terkait pengembangan usaha bersama Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Himpunan Masyarakat Sinjai (Himas) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal ini sebagai salah satu upaya yang dilakukan guna memajukan perekonomian Sultra.

Dalam penandatanganan tersebut masing-masing diwakili oleh ketua umum kedua organisasi tersebut, PB HIPTI oleh Rusmin Abdul Gani, dan DPW HIMAS oleh Sopyan.

Rusmin Abdul Gani mengatakan,.tujuan penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan guna memaksimalkan hasil produksi dari petani dan nelayan melalui industri teknologi yang akan dikelola oleh masyarakat, di mana kita ketahui Sultra adalah daerah maritim dan agraris.

Ceruk Pasar Terbuka Lebar

“Dua hasil produksi ini melalui kerja sama, kita ingin maksimalkan. Kita ingin mengakomodir pasarnya. Ceruk pasar yang sangat terbuka lebar, tentu menjadi dasar dari penandatangaan MOU ini,” ucapnya.

Salah satu target ceruk pasar terbesar kata dia, adalah dari hasil produksi komoditas pertanian dan nelayan adalah perusahaan dan karyawan industri di Morowali dan PT Virtu Dragon Nickel Industri (VDNI), yang memiliki ribuan pekerja baik lokal maupun pendatang.

Ia berharap, dengan terealisasinya perjanjian kerja sama tersebut juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal Sultra.

(Foto/Ist)

“Kita berharap kolaborasi ini menghasilkan industri teknologi, agar hasil produktivitas petani dan nelayan lebih maksimal dan memiliki harga yang relatif tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Sopyan dalam keterangannya menyampaikan bahwa adanya MOU ini, maka HIPTI dan HIMAS dapat bersinergi, dalam beberapa hal, di antaranya meningkatkan perekonomian Sultra.

“Peningkatan SDM bersama, dan yang sangat terpenting pula adalah bagaimana bersama menjaga Kamtibmas agar iklim investasi dan perekonomian Sultra bisa lebih cepat maju,” tuturnya.(*)