Inflasi Sulsel Tahun 2021 Sebesar 2,40%, BI Sebut Tetap Terkendali

64
Dengarkan Versi Suara
Ilustrasi inflasi. (RAIJurnal/Canva)

 

RAIJurnal.com, MAKASSAR – Sulawesi Selatan mengalami inflasi sebesar 0,92% (mtm) atau lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,37% (mtm) pada Desember 2021.

Inflasi Sulsel secara keseluruhan sepanjang tahun 2021 tercatat sebesar 2,40% (yoy), berada dalam sasaran inflasi nasional pada tahun 2021 yang sebesar 3,0±1%.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Causa Iman Karana mengatakan inflasi terjadi di seluruh kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman, tembakau, tansportasi, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga.

“Kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan konsumsi masyarakat, seiring perayaan natal dan momen pergantian tahun,” ujarnya, Senin (3/1/2021).

Komoditas penyumbang inflasi utama kata dia, di antaranya adalah cabai rawit, minyak goreng dan cabai merah.

“Harga minyak goreng meningkat seiring dengan tren peningkatan harga Crude Palm Oil (CPO) dunia yang masih berlanjut di bulan Desember 2021,” kata Causa.

Sementara itu, kenaikan harga pada kelompok transportasi dipengaruhi oleh kenaikan harga tiket angkutan udara, tarif angkutan antar kota dan tarif kendaraan roda 4 online, seiring dengan pelonggaran perjalanan masyarakat, baik lintas maupun dalam wilayah Sulsel.

Adapun kenaikan harga pada kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar rumah tangga dan kontrak rumah.

Sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya kata Causa, menjelang natal dan momen pergantian tahun, potensi tekanan inflasi memang meningkat.

Namun, secara keseluruhan realisasi inflasi Sulsel tetap terkendali dan berada dalam sasaran inflasi nasional pada tahun 2021 yang sebesar 3,0±1%.

“Pencapaian ini tidak terlepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulsel, di antaranya melalui implementasi Kerjasama Antar Daerah (KAD) antar Kabupaten/Kota se-Sulsel, pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar untuk mendorong keterjangkauan harga, serta pemantauan harga secara berkala,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa untuk menjaga stabilitas harga pada tahun 2022, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkomitmen untuk terus bersinergi dalam rangka menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi yang berfokus pada strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga dan Komunikasi Efektif) di wilayah Sulsel, baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Penulis: Arumi