Jelang Musim Hujan, Dinas PU Makassar Kebut Pengerukan Drainase

58
Dengarkan Versi Suara
Dinas PU Makassar melalui Satgas Drainase dan Kebersihan melakukan pengerukan sedimentasi di sejumlah titik drainase guna mencegah banjir pada musim hujan. (RAIJurnal/Kink Kusuma Rein)

 

RAIJurnal.com, MAKASSAR – Memasuki musim hujan, Dinas PU Makassar mempercepat pengerukan drainase untuk mengantisipasi terjadinya luapan air.

Diketahui, sebanyak 37 titik saluran drainase di Kota Makassar masih rawan tergenang air saat musim hujan. Hingga kini, proses pengerukan sedimentasinya belum rampung. Olehnya itu, pengerukan akan dikebut mengingat awal musim hujan diprediksi BMKG terjadi pertengahan November mendatang.

Tim Survei Lokasi PSDA Drainase Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Hasrul Hasan mengatakan, antisipasi musim hujan masih sementara berjalan. Pengerukan di titik-titik saluran drainase prioritas disebutnya sudah mulai dikerjakan sejak awal 2021.

Hanya saja kata dia, ada beberapa titik yang proses pekerjaannya cukup menguras waktu. Alasannya beragam. Namun rata-rata terkendala medan serta sedimentasi yang membludak.

“Misalnya di kanal Hamzi-Antara. Di sana proses pengerjaannya menggunakan alat berat yaitu eskavator amphibi. Juga ada di Jalan Barawaja itu beberapa saluran platnya tertutup,” ujarnya, Jumat (15/10/2021).

Hasrul menyampaikan, dari 65 titik yang masuk dalam daftar pengerjaan saluran drainase, baru 24 titik prioritas utama yang sudah rampung. Sedangkan untuk kategori prioritas I baru empat titik yang telah dirampungkan.

Sementara sisanya, ada yang masih dalam proses pengerukan. Bahkan ada juga yang masih sebatas pengagendaan. Rinciannya, 14 prioritas utama dan 11 prioritas I masih dalam proses. Kemudian 8 prioritas utama dan 4 prioritas I masih diagendakan.

“Inilah yang coba kita kejar karena sudah mulai turun hujan. Kita berupaya merampungkannya. Tapi kita juga tidak bisa pungkiri ada saja kendala-kendala yang dihadapi,” katanya.

Di Makassar, kata Hasrul, ada tujuh wilayah yang masuk dalam zona genangan kritis. Tiga di antaranya belum teratasi, dua masih dalam proses dan dua sudah teratasi.

“Di Jalan Sulawesi, Jalan Tarakan dan sekitarnya sudah teratasi. Di Rappokalling dan sekitarnya belum. Di Cokonuri belum. Di Swadaya belum. Di Faisal atau Cilallang teratasi. Di perumahan BTP on progres. Di Perumahan Hamzy dan Antara juga on progres,” ujarnya menguraikan.

Penulis: Athar