Legislator Makassar Minta Pemkot Bentuk Kurikulum Daring

59
Dengarkan Versi Suara
DPRD Makassar. (Foto/Int)

 

RAIJurnal.com, MAKASSAR – Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar, Yeni Rahman mengkritisi langkah Pemerintah Kota Makassar yang dinilai sangat bergantung dengan vaksinasi dalam rangka Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Menurutnya, salah satu solusi yang hingga kini belum dijangkau pemerintah adalah kurikulum khusus untuk pembelajaran daring.

“Saya tidak fokus untuk kembali sekolah, semestinya sistem pembelajaran sekarang yang dibenahi, karena kita tidak tau sampai kapan ini pandemi,” ujarnya, Rabu (1/9/2021).

Prospek pembelajaran daring, kata dia legislator PKS ini, merupakan hal yang ingin dicapai, sebagai bentuk pembelajaran modern di tengah era digitalisasi. Makanya, dia menganggap hal ini yang perlu didorong.

“Seperti sekolah universitas terbuka kan dulu. Tidak pakai tatap muka tapi hasilnya bagus,” katanya.

Menurutnya, pembelajaran tatap muka saat ini masih sulit digelar. Apalagi vaksinasi tak menjamin siswa tidak akan terkena Covid-19 dengan hadirnya sejumlah varian baru.

Jangan sampai pembukaan sekolah yang tergesa-gesa mengandalkan vaksin ini akan menimbulkan klaster baru. Pemkot diminta tak buru-buru untuk mengandalkan vaksinasi sebelum situasi benar-benar aman.

“Kalau ketertinggalan kecerdasan seperti saya bilang itu sebenarnya bisa dikejar dengan  metode ini, namun memang tidak dikaji metodenya, kalau saya masih bisa dikejar,” ucapnya.

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, PTM bakal segera digelar begitu vaksinasi rampung. “Tentunya dengan percepatan vaksinasi adalah bagian dari dukungan pondasi yang paling kuat untuk melaksanakan PTM,” katanya.

Apalagi kata dia telah terjadi penurunan kasus, dia menargetkan Makassar akan turun menjadi zona kuning dalam sepekan ke depan. “Kita lihat evaluasi nanti, target saya tanggal 6 (September) itu keluar dari merah. Kita juga target lagi agar keluar dari kuning,” kata dia.

Penulis: Azzahra Arumi Zaky