Gelar Seminar, Falaq 2021 Dorong Sulsel Punya Perda Lontaraq

54
Dengarkan Versi Suara
(Foto/Ist)

 

RAIJurnal.com, MAKASSAR – Festival Aksara Lontaraq (Falaq) ke-2 tahun 2021, fokus pada upaya aktualisasi nilai-nilai budaya dan aksara lontaraq menjadi Peraturan Daerah Aksara Lontaraq.

Hal tersebut mengemuka dalam seminar yang digelar secara hybrid, di Layanan Perpustakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (27/8/2021).

Seminar bertema “Mewujudkan Ranperda Aksara Lontaraq Sebagai Penguatan Warisan Literasi Sulawesi Selatan” ini menghadirkan pembicara Pakar Filologi dan Naskah La Galigo Universitas Hasanuddin, Prof Nurhayati Rahman, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Hasan Sijaya, Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarief Bando, Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Ina Kartika Sari dan Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Asisten Administrasi Provinsi Sulsel, Tautoto Tana Ranggina Sarongallo.

Seminar ini dipandu moderator Rusdin Tompo seorang pegiat literasi dan juga penulis buku di Sulawesi Selatan.

Hadir dalam acara ini antara lain Yudistira Sukatanya, Kurator Festival Aksara Lontaraq, Syahriar Tato, Akademisi Unhas, Supa Atha’na, Ery Iswari, akademisi Universitas Negeri Makassar, Prof Kembong Daeng juga beberapa budayawan dari berbagai latar belakang daerah yang secara khusus datang ke Makassar.

Panitia Pelaksana, Upi Asmaradhana yang juga merupakan penggagas Festival Aksara Lontaraq mengatakan, kegiatan ini digelar sebagai bentuk menjaga warisan artefak terbaik Sulawesi Selatan yaitu aksara lontaraq.

“Dalam sejarahnya tidak banyak bangsa di dunia yang memiliki aksara dan aksara lontaraq menjadi tanggung jawab kita bersama semua sehingga kita harapkan festival yang kita lakukan setiap tahun ini akan menjadi bagian dari upaya penyelamatan warisan dan nilai-nilai luhur masyarakat Sulsel,” ujarnya.

Ia manambahkan, seminar nasional ini merupakan seminar aksara lontaraq yang kedua, di mana pada 2020 lalu, juga dilakukan seminar internasional aksara lontaraq yang dihadiri 11 negara dan diikuti 1865 perserta.

“Tahun ini fokus pada Perda semua aktivitas dan kegiatan kita serahkan kepada DPRD Sulsel dan Pak Gubernur untuk mengawal rekomendasi tahun lalu. Agar perda aksara lontaraq itu bisa terwujud,” katanya.

Penulis: Athar Abdillah Zaky