Ekspedisi Rante Mario, SeaMount Adventure Indonesia Akan Pasang Pengaman di Jalur Ekstrim

314
Dengarkan Versi Suara
Survivor SeaMount Adventure Indonesia berpose di puncak Gunung Latimojong. (RAIJurnal/Kink Kusuma Rein)

 

RAIJurnal.com, ENREKANG – Sebanyak 14 survivor dari perusahaan travel SeaMount Adventure Indonesia melakukan pendakian Gunung Latimojong, Senin (26/7/2021).

Gunung yang memiliki ketinggian 3478 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini berada di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Puncak Gunung Latimojong dikenal dengan nama Rante Mario.

Survivor SeaMount Adventure Indonesia menyusuri jalur terjal di Gunung Latimojong. (Foto/Arul Harding)

 

Koordinator pendakian, Eryn mengatakan bahwa ekspedisi ini diikuti langsung oleh Komisaris Utama SeaMount Adventure Indonesia, Andi Achmad Tahir.

“Alhamdulillah ekspedisi yang keempat ini diikuti langsung oleh komisaris beserta jajaran direksi SeaMount Adventure Indonesia,” ujarnya usai pelepasan ekspedisi di Ztudio Kopi atau Kantor SeaMount Adventure Indonesia, Jalan Abdullah Daeng Sirua, Makassar.

Selain itu kata Eryn, trail runner Indonesia, Mardiana yang dikenal dengan sebutan Gadis Talung juga ikut dalam ekspedisi ini.

“Selain Dian, ekspedisi ini juga makin lengkap dengan hadirnya Mbak Ike, survivor dari Magelang,” kata Eryn.

Survivor SeaMount Adventure Indonesia di puncak Gunung Latimojong. (RAIJurnal/Kink Kusuma Rein)

 

Sementara Koordinator Peralatan, Awal Setiabudi menambahkan bahwa ekspedisi ini bukan hanya sekadar pendakian, namun juga pengecekan jalur.

“Dalam ekspedisi ini kami menurunkan tim Ranger SeaMount Adventure Indonesia seperti Anto Cippeq, Firdaus Mursida, Arul Harding, Barry Pahlawan, Nusul Ramadhan, Iqbal dan Rahmat Hidayat untuk mengecek jalur ekstrim dari pos 2 ke pos 3,” katanya.

Awal Setiabudi yang diketahui sebagai salah seorang pendiri Forum Pemerhati Lingkungan (FPL) Sulsel ini juga menambahkan bahwa hasil survei ini kemudian akan dikaji.

“Insyaa Allah kami akan memasang pengaman di beberapa jalur ekstrim di Gunung Latimojong,” kata dia.

Penulis: Kink Kusuma Rein