Kolaborasi KBS Dan RAI Foundation, Santri Pesantren Dapat Penguatan Literasi

58
Dengarkan Versi Suara
DIRMA/ RAKYAT SULTRA

Kepala Kantor Bahasa Sultra, Sandra Safitri Hanan bersama pengurus Relawan Akhirat Kendari dengan pihak Pondok Pesantren Ummul Qurra, usai pembukaan pendampingan literasi bagi santri, Senin (15/3).

KENDARI – Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara kerja sama Relawan Akhirat Indonesia Foundation, dan Harian Rakyat Sultra melakukan pendampingan literasi di Pondok Pesantren Umul Qurra selama lima hari, mulai 15-19 Maret.

Kepala Kantor Bahasa Sultra, Dr Herawati mengungkapkan, pembinaan komunitas literasi ini penting dilakukan karena merupakan sebagian dari gerakan literasi nasional dan gerakan literasi sekolah. Oleh karena itu kantor bahasa sebagai UPT badan bahasa memang harus melakukan penguatan di bidang literasi di daerah khususnya di Sultra.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kembali minat baca masyarakat khususnya para generasi muda agar mengembalikan dan meningkatkan kembali minat baca tulis pada generasi muda. Serta bagaimana mengasah dan memunculkan kembali literasi para anak-anak sehingga mereka mampu memciptapkan sebuah karya sendiri,” ungkapnya.

Sekretaris Relawan Akhirat Indonesia Kendari, Rukianti Alaasa, mengatakan sampai saat ini ada sekitar 21 pondok tahfiz, pondok pesantren, dan panti asuhan di Kota Kendari menjadi binaan RAI Kendari.

“Komunitas atau lembaga kami berbasis sosial keagamaan dan nonprofit dengan tujuan memuliakan anak yatim dan penghafal Alquran serta santri pesantren. Program kami, selain memenuhi kebutuhan pangan santri melalui Aksi Sedekah Beras, kami juga ada Aksi Peduli di antaranya peduli pendidikan anak yatim dan tahfiz,” ungkapnya usai hadir dalam kegiatan tersebut.

Relawan yang juga menjabat Sekretaris Lurah Watuwatu tersebut berharap dukungan semua pihak utamanya orang tua asuh yang selama ini menjadi bagian dari pembiayaan kebutuhan anak yatim dan tahfiz agar program terus berjalan dengan baik.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Zakiyah mengatakan, pembinaan kegiatan literasi merupakan program pendampingan literasi dari pihaknya yang dilakukan setiap tahun. Tetapi pelaksanaan kegiatan literasi di pesantren merupakan yang pertama kali dilaksanakan oleh kantor bahasa dalam pendampingan program literasi di lingkungan pesantren.

Lanjutnya, dalam kegiatan literasi yang dilakukan tahun ini Kantor Bahasa Sultra bekerja sama dengan Harian Rakyat Sultra dan Relawan Akhirat Indonesia Foundation guna memfasilitasi dan menyukseskan kegitan literasi ini. Dalam pelaksanaan kegiatan literasi ini dilibatkan 30 peserta didik dari Pondok Pesantren antara lain kelas 7, kelas 8 dan kelas 10.

“Kita harapkan dari kegiatan literasi ini dapat menciptakan generasi penerus yang mempunyai keterampilan membaca serta mampu meningkatkan kembali minat mereka terkait dengan membaca. Jadi mereka tidak hanya mendengar, membaca tetapi mereka juga mampu menulis dan menciptakan sebuah karya sendiri,” pungkasnya.

Hadir sebagai pemateri yang pakar di bidangnya. Di antaranya hadir juga Ketua TP PKK Kendari Hj Sri Lestari Sulkarnain. (rakyatsultra.com)